PANARAGAN — Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menegaskan pentingnya keberadaan Juru Sembelih Halal (Juleha) sebagai garda terdepan dalam memastikan proses penyembelihan hewan sesuai syariat Islam sekaligus memenuhi standar kehalalan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tulangbawang Barat, Ir. Novriwan Jaya, S.P., melalui Camat Tumi Jajar, Fetha Rio, S.IP., M.IP., saat membuka kegiatan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Berbasis Kompetensi Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Masjid Darul Amiy, Tumi Jajar, Minggu (25/4/2026).
Hadir pada acara tersebut Yth
Bupati tubaba diwakili camat tumijajar Fetha Rio, S.IP., M.IP.,DPRD Tubaba H.ponco nugroho, Kadis Peternakan dan kesehatan hewan diwakili Ketua DPD Juleha Tubaba (dr.Wiwit Didik Anggara),Ketua DPW Juleha H.Saluddin SH.M.Si, KH.Dr.Achmad Ikhwani.LC.MA (MUI Prop.Lpg)
drh.Punama Edy M.Si (Dosen peternakan)
Para pemateri Juleha dari DPW Juleha Lampung
Ketua MUI Tubaba diwakili
Kemenag tubaba diwakili Pengawas BPJH tubaba
Ketua P3H halal tubaba Pengurus DPD Juleha Tubaba KH imam bukhori serta Pengurus masjid Darul Amin danPeserta juleha.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa aspek kehalalan tidak hanya berkaitan dengan ajaran agama, tetapi juga menyangkut kesehatan serta kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan tenaga Juleha yang terlatih dan kompeten menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi produk halal.
“Kehalalan dalam setiap aspek kehidupan, khususnya konsumsi makanan, merupakan tuntutan yang tidak bisa diabaikan. Ini bukan hanya soal agama, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Fheta Rio membacakan sambutan Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut, yang dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya
manusia di sektor penyembelihan hewan. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir juru sembelih halal yang profesional, kompeten, dan mampu memenuhi standar sertifikasi halal yang berlaku.
Lebih lanjut, kegiatan ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan halal dalam konsumsi sehari-hari.
Selain itu, penguatan sektor ini juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan nilai tambah produk hewani bersertifikat halal.
“Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada kesejahteraan peternak dan pelaku usaha di sektor peternakan,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, peserta pelatihan juga diimbau untuk memanfaatkan kegiatan ini secara optimal guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang penyembelihan halal.
Pemerintah Kabupaten Tubaba berharap pelatihan Juleha berbasis kompetensi ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.












