PANARAGAN — Sempat viral di media sosial terkait dugaan kebocoran pada bangunan Sesat Agung di kompleks Islamic Center, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung melakukan penanganan.
Kepala Dinas PUPR Tubaba, Ir. M. Iwan Setiawan, IB, ST, MT, memastikan bahwa peristiwa tersebut bukan disebabkan oleh kebocoran atap, melainkan luapan air dari saluran talang yang tersumbat.
Hal itu disampaikan Iwan Setiawan didampingi Kepala Bidang Cipta Karya (Kabid CK) Nurul, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 09.22 WIB.
Menurut Nurul, penanganan telah dilakukan dengan membersihkan saluran talang air dari endapan lumut, sampah, dan kotoran yang menghambat aliran air hujan.
“Itu bukan atap Sesat Agung yang bocor, tetapi air yang meluber dari saluran talang akibat endapan lumut, sampah, dan kotoran yang menumpuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pekerjaan rehabilitasi tahap II pada tahun 2025 tidak mencakup perbaikan atap bangunan. Fokus pekerjaan saat itu berada pada bagian bawah bangunan, meliputi perbaikan lantai, penutup kisi-kisi, plafon, serta sejumlah utilitas kelistrikan.
Nurul mengakui, area talang air memang menjadi titik rawan saat terjadi hujan deras, terutama jika tidak dilakukan perawatan secara berkala.
“Talang air harus rutin dibersihkan karena sering tersumbat oleh lumut dan sampah. Jika tersumbat, air tidak mengalir dengan baik dan berpotensi meluap,” jelasnya.
Ia menambahkan, Sesat Agung merupakan salah satu bangunan ikonik di Tubaba yang kerap digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan, mulai dari acara adat hingga agenda resmi lainnya. Tingginya intensitas penggunaan serta faktor cuaca turut memengaruhi kondisi fisik bangunan, khususnya pada bagian berbahan kayu seperti lantai, kisi-kisi, dan plafon.
“Untuk menjaga fungsi dan kondisi fisik bangunan, pemerintah daerah melakukan rehabilitasi agar tetap layak digunakan masyarakat,” pungkasnya.












