banner 325x300
banner 325x300
Uncategorized

MTM Lampung Desak BBWS Mesuji Sekampung Hentikan Sementara Proyek Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Soroti Dugaan Penyimpangan

Redaksi
12
×

MTM Lampung Desak BBWS Mesuji Sekampung Hentikan Sementara Proyek Pengaman Pantai Mandiri Sejati, Soroti Dugaan Penyimpangan

Sebarkan artikel ini

Pesisir Barat, Lampung – Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Provinsi Lampung meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung menghentikan sementara pelaksanaan proyek pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Permintaan tersebut disampaikan menyusul temuan awal yang diduga mengindikasikan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Ketua MTM Lampung, Ashari Hermansyah, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian saat melakukan peninjauan lapangan. Pernyataan itu disampaikan kepada media pada Selasa (4/8/2026).

Menurut Ashari, proyek tersebut diduga telah mengabaikan sejumlah ketentuan sejak tahap persiapan pekerjaan. Temuan yang disoroti antara lain tidak terpasangnya papan informasi proyek, penggunaan pasir laut sebagai material pembuatan beton pracetak (buis beton), serta penggunaan rangka tulangan besi yang berkarat dan diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis.

“Antara lain tidak dipasang papan nama informasi proyek, pencetakan beton pracetak menggunakan material pasir laut, penggunaan pembesian pada rangka buis beton berkarat dan juga tidak sesuai spesifikasi,” ujar Ashari.

Ia menjelaskan, hasil pengukuran yang dilakukan MTM terhadap tulangan besi menunjukkan diameter berkisar 4,94 mm, 5,15 mm, 5,28 mm, 5,45 mm, hingga 5,51 mm. Menurutnya, ukuran tersebut diduga berada di bawah spesifikasi yang semestinya digunakan untuk konstruksi buis beton.

Selain itu, Ashari menilai penggunaan pasir laut berpotensi menurunkan mutu konstruksi karena kandungan garam dapat mempercepat korosi pada tulangan besi sehingga mengurangi daya tahan beton.

“Penggunaan pasir laut akan mempengaruhi kualitas dan umur beton. Kandungan garam dapat menyebabkan tulangan besi lebih cepat berkarat sehingga berpotensi menimbulkan korosi,” katanya.

Ashari mengungkapkan, sebelum informasi tersebut dipublikasikan, MTM telah lebih dahulu menyampaikan surat konfirmasi kepada Kantor BBWS Mesuji Sekampung sebagai bentuk upaya memperoleh klarifikasi atas temuan di lapangan.

Berdasarkan data yang dihimpun MTM, proyek pembangunan Pengaman Pantai Mandiri Sejati merupakan kegiatan pada Satuan Kerja BBWS Mesuji Sekampung yang bersumber dari APBN dengan nilai pagu sekitar Rp22 miliar dan panjang penanganan sekitar 0,45 kilometer. Pemantauan terhadap proyek tersebut telah dilakukan sejak 12 April 2026.

Atas dasar temuan tersebut, MTM meminta Kepala BBWS Mesuji Sekampung menghentikan sementara pelaksanaan pekerjaan hingga dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan yang ditemukan.

Menurut Ashari, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah potensi kerugian keuangan negara serta memastikan hasil pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan, kegiatan pemantauan yang dilakukan MTM merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dalam mendukung upaya pencegahan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) pada proyek-proyek yang menggunakan anggaran negara.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBWS Mesuji Sekampung belum memberikan tanggapan resmi atas temuan dan permintaan penghentian sementara proyek yang disampaikan MTM Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *