Tulang Bawang Barat

Tidak Miliki Anggaran Perawatan, kantor Bupati Tubaba tak sedap dipandang mata

Redaksi
33
×

Tidak Miliki Anggaran Perawatan, kantor Bupati Tubaba tak sedap dipandang mata

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.6104628, 0.4977605);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: weather?Cerah berkabut, icon:14, weatherInfo:108;temperature: 40;

PANARAGAN-Menanggapi kritikan pedas yang di lontarkan beberapa tokoh pemekaran kabupaten Tulangbawang Barat(Tubaba), Kabag umum sekretariat Daerah Yusri Akil Di damping Kepala Bidang Rumah Tangga Samian Nur, Mengaku Tidak Memiliki Anggaran Dan Tidak Pernah Menganggarkan Dana Rutin Untuk Perawatan Berat Gedung Kantor Bupati.

“kalau untuk perawatan rutin itu kita tidak ada sama sekali, seperti perawatan plafon atau pun lantai, kalau pun di perlukan dari mana saja kami carikan,”kata Samian kepada media saat di konfirmasi di ruang kerjanya Kamis(28/08/2025).

Bagian umum kata dia tidak pernah menganggarkan dana perawatan berat gedung Bupati adapun pada tahun 2024 lalu hanya ada beberapa titik perawatan seperti perawatan rumah jenset, masjid, paving blok, pagar depan, tribun dan cat kantor.

“kalau untuk perawatan rutin itu kita tidak ada sama sekali, karena kita tidak pernah menganggarkan dana perawatan gedung, ya adapun tahun lalu itu hanya ada perawatan rumah jenset, masjid, paving blok, pagar depan, tribun dan cat kantor,”ujarnya.

Kantor Bupati Tubaba mengalami kerusakan, tokoh masyarakat minta bupati perhatikan

PANARAGAN– Bangunan megah nan indah kantor Bupati Tulangbawang Barat(Tubaba), kini membuat beberapa tokoh pemekaran Tubaba merasa sedih dan kecewa karena bungan yang menjadi pusat pemerintahan setempat kini terlihat bobrok dengan kondisi bangunan terdapat banyak kerusakan namun terkesan dibiarkan gitu saja .

Sebab Kantor yang Diresmikan Oleh Gubernur Lampung kala itu, Sjachroedin Z.P., pada 17 Desember 2012, Kini Tampak Tidak Terawat, Serta Kerusakan Dimana-mana Sementara Setiap Tahun Selalu Ada Biaya Perawatan Meskipun Perawatan Ringan.

Anggaran yang seharusnya menjadi ikon kebanggaan daerah kini justru memperlihatkan kerusakan yang parah.

Kantor yang dibangun dengan konsep desain arsitektur unik yang memadukan ornamen adat “Megou Pak Tulang Bawang” kini nampak memperhatikan.

Membangun Gedung yang berdiri megah, terdiri dari tiga lantai itu dengan luas sekitar 9.049 meter persegi tersebut, memakan waktu selama tiga tahun dengan menelan biaya mencapai Rp45 miliar.

“Sangat prihatin dan miris sekali melihat kantor Bupati seperti ini. Sebagai masyarakat Tubaba kami malu, apalagi kalau ada tamu dari luar daerah datang ke kantor ini,” keluh salah seorang tokoh masyarakat. Rabu/2708/25)

Bagaimana tidak, sorotan yang menuai Kritikan pedas Tersebut di sampaikan salah satu tokoh lantaran di nilai pemerintah daerah terkesan tidak merasa memiliki dan rasa tanggung jawab serta menimbulkan tanda tanya besar, atas anggaran perawatan gedung selama ini.

“Sangat prihatin dan miris sekali melihat kantor Bupati seperti ini. Sebagai masyarakat Tubaba kami malu, apalagi kalau ada tamu dari luar daerah datang ke kantor ini, jadi kami sebagai tokoh masyarakat mempertanyakan kemana anggaran perawatan gedung selama ini,”cetus salah seorang tokoh.

Dari hasil pantauan di temui sejumlah titik kerusakan yaitu,

-halaman kantor terlihat paping blog yang sudah rusak parah berlubang, cat dinding gedung mulai mengelupas dan pudar

-pendopo parkiran mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati mengalami kerusakan pada bagian atap plafon.

-Toilet umum sudah banyak yang tidak berfungsi

– tangga lift nya sejak awal pembangunan memang tidak berfungsi, terkesan hanya menghambur-hamburkan APBD.

Di tambah lagi dengan kondisi beberapa ruangan bagian yang berada di sekretariat kantor Bupati Setempat, terlihat bocor dengan plafon yang berlubang rusak terkesan dibiarkan begitu saja.

Oleh sebab itu, Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dalam melakukan tindakan. Bukan hanya demi menjaga citra daerah di mata publik akan tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab atas aset daerah yang dibangun dengan biaya besar dari uang rakyat.

Sampai berita ini di terbitkan pihak pemerintah bagian umum Pemkab Tubaba belum berhasil di konfirmasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *