Tulang Bawang Barat

Tugas pokok dan pungsi Sekertaris serta BPT Tiyuh Penumangan Baru Di duga tidak dipungsikan sebagaimana mestinya 

Redaksi
48
×

Tugas pokok dan pungsi Sekertaris serta BPT Tiyuh Penumangan Baru Di duga tidak dipungsikan sebagaimana mestinya 

Sebarkan artikel ini

PANARAGAN- semakin terang benderang dugaan penyimpangan serta adanya indikasi kegiatan fiktif pada realisasi Dana Desa (DD),Tiyuh Penumangan Baru, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, sekertaris Tiyuh serta Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT) , Terkesan Hanya di jadikan Korban Oknum Pemerintah Tiyuh Setempat.

Pasalnya, saat di konfirmasi media melalui pesan WhatsApp sekertaris tiyuh Berinisial(F) Tidak mengetahui secara pasti realisasi Dana Desa yang di maksud.

” Saya menjabat sebagai cari atau sekertaris Tiyuh itu bulan April 2025 menggantikan carik sebelumnya, saya juga tidak pernah menerima serah terima dari carik sebelumnya,”

(F) Juga menjelaskan terkait beberapa kegiatan yang telah di realisasikan akan melakukan berkordinasi dengan bendahara Tiyuh.

“Nanti ya saya tanya dulu sama bendahara apa saja yang sudah di laksanakan karena ini berkaitan dengan anggaran, saya minta waktu untuk berkordinasi terlebih dahulu dengan bendahara itu kalau dia mau angkat telpon saya,”

Sementara, di konfirmasi Ketua Permusyawaratan Tiyuh(BPT) berinisial (R) juga melontarkan hal senada dengan apa yang di sampaikan (F) sekretaris Tiyuh.

“saya belum lihat sudah terima ABPT nya atau belum, tapi setahu saya Belum terima, kami ini selaku BPT tidak punya hak sepenuhnya cuma sebatas kegiatan fisik saja selebihnya tidak tahu,”

Ironisnya, (R) juga menyebutkan terkait belanja kegiatan non fisik tidak mengetahui secara jelas.

“Kami dapat operasional saja ,kalau untuk belanja alat kesehatan lainya saya tidak faham silakan cek saja atau tanya langsung ke bidan posyandu,”

Hal dugaan penyimpangan serta kegiatan fiktif tersebut juga di perkuat dengan keterangan salah satu masyarakat yang tidak ingin di sebutkan namanya mengatakan bahwa beberapa kegiatan tersebut tidak direalisasikan.

“Setau saya, untuk seragam posyandu dan obat-obatan tidak ada walaupun ada juga enggak mungkin sampai puluhan juta begitu. Kami berharap agar pihak APH untuk segera bertindak tegas melakukan penyenyelusuran dan pendalaman atas dugaan DD tersebut,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *