banner 325x300
banner 325x300
Uncategorized

Pemkab Tubaba Matangkan Pilkati Serentak 2026, Siapkan Anggaran Rp400 Juta untuk 26 Tiyuh

Redaksi
6
×

Pemkab Tubaba Matangkan Pilkati Serentak 2026, Siapkan Anggaran Rp400 Juta untuk 26 Tiyuh

Sebarkan artikel ini

PANARAGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, mulai mematangkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati) Serentak Tahun 2026 yang akan digelar di 26 tiyuh yang tersebar di delapan kecamatan. Untuk mendukung penyelenggaraan pesta demokrasi tingkat desa tersebut, pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp400 juta dari APBD.

Persiapan Pilkati ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pilkati Serentak 2026 di Ruang Rapat Bupati Tubaba, Selasa (26/5/2026), yang dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, camat, kepala tiyuh, serta Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT) dari wilayah penyelenggara.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tubaba, Untung Budiono, mengatakan rakor bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak agar setiap tahapan Pilkati berjalan sesuai ketentuan.

“Hal-hal kecil harus diperhatikan jangan sampai ada persoalan di kemudian hari sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Menurut Untung, sejumlah aspek krusial yang harus menjadi perhatian meliputi keabsahan dokumen pencalonan, persyaratan usia bakal calon, validitas daftar pemilih, hingga domisili calon kepala tiyuh.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Tubaba AKP Fery Yuliansyah menegaskan pihak kepolisian siap mengamankan seluruh tahapan Pilkati. Pengawasan akan difokuskan pada potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), praktik politik uang, perjudian, serta potensi konflik sosial.

Selain pengamanan di lapangan, Polres juga akan melakukan patroli siber untuk memantau aktivitas di media sosial.

“Ujaran kebencian dan provokasi di media sosial akan ditindak sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Dari unsur TNI, Pabung 0412/LU Mayor Infanteri Gus Amirul Amin mengusulkan pemasangan banner berisi tahapan dan ketentuan Pilkati di Balai Tiyuh agar masyarakat lebih memahami proses pemilihan. Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghindari tindakan provokatif yang dapat memicu konflik.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Tubaba, Sofiyan Nur, menjelaskan Pilkati Serentak dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 sesuai Keputusan Bupati. Tahapan dimulai sejak Mei 2026 melalui pembentukan panitia, dilanjutkan pendaftaran calon pada 20–28 Juli 2026, masa kampanye pada 12–14 Oktober 2026, hingga pemungutan dan rekapitulasi suara pada 22 Oktober 2026.

Sebanyak 26 tiyuh peserta Pilkati berada di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tumijajar, Tulang Bawang Udik, Gunung Terang, Gunung Agung, Way Kenanga, Lambu Kibang, dan Batu Putih.

Sofiyan menyebut bantuan keuangan dari APBD sebesar sekitar Rp400 juta dialokasikan untuk kebutuhan surat suara, bilik suara, pengamanan, serta dukungan teknis penyelenggaraan lainnya. Anggaran tersebut disusun berdasarkan jumlah 62.290 pemilih yang tersebar di 134 tempat pemungutan suara (TPS).

Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, menjadi penerima alokasi terbesar karena memiliki 7.440 pemilih dengan 15 TPS, sehingga memperoleh bantuan sekitar Rp47,7 juta.

Selain APBD, pembiayaan juga dapat didukung melalui APB Tiyuh dengan estimasi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per mata pilih, disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing tiyuh. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional di luar pengadaan surat suara, kotak suara, bilik suara, dan barang cetakan.

Menurut Sofiyan, pelaksanaan Pilkati Serentak 2026 mengacu pada berbagai regulasi, mulai dari Undang-Undang Desa, Undang-Undang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah tentang pelaksanaan Undang-Undang Desa, hingga Peraturan Daerah APBD Tubaba Tahun Anggaran 2026 dan sejumlah Keputusan Bupati terkait jadwal, kepanitiaan, serta besaran bantuan keuangan Pilkati.

Pemkab Tubaba berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan, mulai dari penguatan regulasi, koordinasi lintas sektor, hingga dukungan anggaran, mampu mewujudkan Pilkati Serentak 2026 yang aman, tertib, demokratis, dan menghasilkan kepala tiyuh yang mampu mendorong pembangunan di masing-masing wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *