PANARAGAN – Ketua TP PKK Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ny. Novianti Novriwan, resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tubaba dalam rangkaian Festival Literasi Lampung 2026 yang digelar di Provinsi Lampung.
Festival tersebut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Ny. Purnama Wulan Sari bersama seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Lampung, serta dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, produktif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan di era digital.
Pada kesempatan itu, Ny. Purnama Wulan Sari dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Provinsi Lampung, sementara seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota, termasuk Ny. Novianti Novriwan, dikukuhkan sebagai Bunda Literasi di daerah masing-masing.
Pengukuhan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat budaya membaca dan pembelajaran sepanjang hayat melalui keluarga, sekolah, dan masyarakat. Festival Literasi Lampung 2026 juga menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengembangan budaya baca, peningkatan layanan perpustakaan, penguatan literasi digital, serta kolaborasi lintas sektor.
Dalam kesempatan itu, Bunda Literasi Provinsi Lampung mendorong transformasi perpustakaan agar tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar dan rekreasi edukatif yang ramah bagi keluarga.
“Peran Bunda Literasi diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai tantangan era digital, seperti perundungan, degradasi moral, dan penggunaan gawai secara berlebihan,” ujarnya.
Sementara itu, Ny. Novianti Novriwan menyatakan siap menjalankan amanah sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tubaba melalui penguatan program literasi keluarga, peningkatan minat baca masyarakat, serta pemberdayaan berbasis pengetahuan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TP PKK, Pemerintah Kabupaten Tubaba, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, lembaga pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
“Melalui penguatan gerakan literasi, kami berharap dapat melahirkan generasi yang gemar membaca, berwawasan luas, berkarakter, dan memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan,” kata Novianti. (*)













