Tulang Bawang Barat

Mirza Irawan Tinggalkan Tubaba, Nadirsyah Titip Pesan Soal DBH

Redaksi
33
×

Mirza Irawan Tinggalkan Tubaba, Nadirsyah Titip Pesan Soal DBH

Sebarkan artikel ini

PANARAGAN — Beralihnya salah satu putra terbaik daerah Kabupaten Tulangbawang Barat ke lingkup Pemerintah Provinsi Lampung menjadi momen haru sekaligus membanggakan bagi jajaran pemerintah setempat. Mirza Irawan Dwi Atmaja, S.Sos., M.M., resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung setelah 14 tahun mengabdi di Tubaba.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, dalam acara pelepasan yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Selasa (05/05/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba, para Asisten I dan II, jajaran Staf Ahli Bupati, serta seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Pemkab Tubaba.

Diketahui, Mirza Irawan sebelumnya menjabat sebagai Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Tubaba. Ia terpilih mengisi posisi strategis di tingkat provinsi setelah melalui proses seleksi yang ketat.

“Atas nama pemerintah daerah, kami merasa kehilangan salah satu sumber daya manusia terbaik. Namun, karena ini merupakan amanah dan bentuk promosi, dengan berat hati sekaligus bangga, kami harus merelakan Pak Mirza untuk mengabdi di level yang lebih luas,” ujar Nadirsyah di hadapan jajaran pejabat yang hadir.

Menurutnya, empat belas tahun pengabdian Mirza merupakan perjalanan panjang yang penuh kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Empat belas tahun adalah waktu yang panjang. Banyak tenaga, pikiran, dan waktu yang telah dikorbankan untuk kemajuan Bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini,” tambahnya.

Selain itu, Nadirsyah juga menitipkan harapan besar kepada Mirza agar tetap membawa semangat Tubaba di posisi barunya, sekaligus memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Tubaba dan Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya dalam sektor keuangan.

“Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyelesaian Dana Bagi Hasil (DBH). Semangatnya harus tetap semangat Tubaba. Kami berharap poin-poin yang belum tuntas terkait keuangan daerah bisa menjadi atensi khusus bagi Pak Mirza di Provinsi nanti,” tegasnya.

Sementara itu, Mirza Irawan dalam penyampaiannya mengaku sangat terkesan dengan perjalanan kariernya di Tubaba. Didampingi sang istri, ia menyebut daerah tersebut bukan sekadar tempat bekerja, melainkan tempat yang membentuk karakter dan pola pikirnya sebagai seorang birokrat.

“Dalam 14 tahun ini, Tubaba telah membentuk siapa saya hari ini. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada komunikasi yang tersumbat atau tindakan yang kurang berkenan selama saya bertugas,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *