PANARAGAN– Warga semakin sadar bahwa janji politik itu terkadang menyakitkan betapa tidak jalan kabupaten yang berada di Tiyuh Wonokerto kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat(Tubaba), masih rusak parah seperti kubangan kerbau.
Pada saat Pemilu Legislatif(Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah(Pilkada), beberapa waktu lalu menjadikan jalan setempat sebagai ladang janji manis mereka. Dengan tujuan untuk merebut hati warga agar dapat memilih mereka, namun janji itu hanyalah angin lalu.
Sebab, setelah Pileg dan pilkada usai calon bupati atau calon Legislatif dan kepala Tiyuh terpilih, sampai saat ini kondisi jalan tersebut semakin parah bahkan ungkapan kekecewaan serta kekesalan, warga setempat menggelar aksi menjadikan kubangan jalan tersebut menjadi kolam pemancingan.
“Aksi ini ungkapan kekesalan kami terhadap pemerintah Tiyuh serta pemerintah Daerah,
Mana janji Pemerintah Tiyuh dan pemerintah daerah yang mau perbaiki jalan, mereka itu hanya sekedar janji saja hingga saat tidak ada perbaikan,”kata salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya kepada media (24/08/2025).
Pemerintah daerah dalam hal ini pak bupati dan Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), setempat terkesan tidak ada malu sebab mereka sendiri yang berjanji akan segera melakukan perbaikan jalan tersebut, namun sampai saat ini janji itu tidak ditepati.
“Sudah dari dulu dari jamannya, Pak bupati Umar Ahmad sampai habis jabatan jalan kami masih begini. Bukan hanya pemerintah daerah saja yang hanya sekedar janji tapi pemerintah Tiyuh juga sama tidak ada respon Terhadap warga nya,”cetus warga.
Mereka juga menilai kepemimpinan kepalo Tiyuh saat ini tidak memiliki bukti nyata kepada masyarakat.
“Mana ada pembangunan selama ini yang di lakukan oleh pemerintah Tiyuh, seharusnya dengan kejadian ini pemerintah harus mengambil sikap jangan di biarkan berlarut-larut dan terkesan tutup mata,”ungkapnya.
Hal senada juga di sampaikan warga lainya bahwa selama ini pemerintah hanya sekedar ucapan belaka.
“Dari pemimpin sebelumya yang hanya janji mau perbaiki jalan ini tapi nyata nya mana ,dulu juga gitu pernah di ukur tapi sampai saat ini tidak ada bukti nya,”beber warga.
Sementara menanggapi Kekecewaan Warga Beniansyah, kepalo Tiyuh setempat mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya terhadap pemerintah daerah.
“Kami bukannya tidak mau berbuat tapi kami sudah maksimal tinggal pemerintah daerah nya saja yang merespon, kita juga pernah melakukan pengajuan ke pihak PUPR tapi sampai saat ini belum ada tindakan dari meraka,” ucapnya.
Beniansyah juga berharap kepada pemerintah daerah agar Segera melakukan peninjauan serta menanggapi keluhan warga.
“Ya itu kan jalan alternatif dan juga lintas kabupaten, kami sangat berharap agar pemerintah dapat mewujudkan keinginan warga untuk segera memperbaiki jalan Tersebut,”cetusnya.












