PANARAGAN –Surya Jaya Rades (SJR), salah satu kandidat yang sebelumnya diharapkan maju sebagai calon Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, telah menyatakan dirinya gagal ikut serta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 27 November 2024.
Dalam pernyataannya, SJR mengungkapkan bahwa dirinya menerima kenyataan tersebut dengan lapang dada dan menyerahkan sepenuhnya demokrasi di Tubaba kepada hati nurani masyarakat setempat.
Kegagalan SJR untuk maju disebabkan oleh belum cukupnya dukungan partai yang dikantonginya.
Meski demikian, ia tetap percaya bahwa masyarakat Tubaba yang memiliki peran penting dalam menentukan nasib demokrasi di daerah mereka.
“Demokrasi di Tubaba ini bisa dikatakan sebagai demokrasi yang sudah diatur, sebuah ‘settingan tekad mati’. Semoga ke depannya demokrasi ini bisa lebih baik lagi,” ujar SJR ketika dikonfirmasi di kediamannya pada Kamis (5/9/2024) dini hari.
Menanggapi isu kotak kosong dalam Pilkada mendatang, SJR mengaku menyikapinya dengan bijak. Ia menegaskan bahwa pilihan tersebut sepenuhnya adalah hak masyarakat Tubaba.
“Saya rasa, meski tidak diarahkan, masyarakat yang menolak kemunduran demokrasi di Tubaba mungkin akan memilih kotak kosong,” jelasnya.
Di sisi lain, Koordinator Koalisi Partai Non Parlemen (KPNP), Rodi Yanto, bersama Gus Nasir, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh perjuangan SJR dan Paisol (Surya – Pai) dalam melanjutkan visi mereka.
“Ini belum akhir dari segalanya, masih ada beberapa tahapan hingga pencoblosan. Kami sepakat untuk mendukung kotak kosong sebagai bentuk perlawanan atas kondisi demokrasi saat ini,” kata Gus Nasir.
Menurutnya, dengan Pilkada yang semakin dekat, masa depan demokrasi di Tubaba kini berada di tangan masyarakat yang akan menentukan pilihan mereka dan masa depan kemajuan Tubaba.












