PANARAGAN– Setelah bertahun-tahun menjalani aktivitas belajar mengajar di tengah kondisi bangunan atap yang lapuk, SMP Karya Bhakti Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat.
Sekolah tersebut dikabarkan masuk dalam daftar penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Tahun 2026 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 itu diharapkan mampu memperbaiki berbagai kerusakan infrastruktur sekolah, mulai dari ruang kelas, atap bangunan, hingga fasilitas pendukung lainnya yang selama ini dinilai sudah tidak layak dan berpotensi mengganggu keamanan serta kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
Melalui sambungan telepon, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat, M.Cheri Sofyan didampingi Badri, menjelaskan bahwa usulan revitalisasi SMP Karya Bhakti telah diajukan pemerintah daerah sejak tahun 2025.
Namun, proses verifikasi hingga penetapan sekolah penerima menjadi kewenangan penuh pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen.
“Sore ini saya baru tiba dari Jakarta. Surat kegiatan sosialisasi Program Revitalisasi baru kami terima dan langsung kami sampaikan kepada pihak sekolah. Insyaallah, pada Senin, 3 Agustus 2026, SMP Karya Bhakti Panaragan bersama 253 sekolah dari seluruh Indonesia akan mengikuti sosialisasi melalui Zoom Meeting. Mudah-mudahan seluruh tahapan berjalan lancar, mengingat program ini menggunakan dana APBN Tahun 2026 dan pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah,” ujar Cheri.
Ia menjelaskan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang aman, layak, dan mendukung proses pembelajaran.
Menurutnya, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Ditjen PAUD, Dikdas, dan PNFI) bersama Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen akan melaksanakan Sosialisasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Tahun 2026 Tahap 10.
“Alhamdulillah, SMP Karya Bhakti Panaragan termasuk salah satu sekolah yang masuk dalam Program Revitalisasi Tahun 2026. Ini tentu menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan di Tubaba, Surat Undangan Sosialisasi Program Revitalisasi baru kami terima” katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Karya Bhakti Panaragan, Ananda Ruri Vianora, membenarkan kabar tersebut dan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terhadap kondisi sekolah yang dipimpinnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Tubaba terutama Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi bangunan SMP Karya Bhakti Panaragan. Sore ini kami telah menerima surat undangan dari kementerian untuk mengikuti sosialisasi Program Revitalisasi Tahun 2026,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut segera memasuki tahap pelaksanaan sehingga para siswa dapat menikmati lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
“Mudah-mudahan Program Revitalisasi yang menjadi bagian dari program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat segera direalisasikan sehingga siswa dapat belajar dengan lebih aman, nyaman, dan layak,” tambahnya.
Masuknya SMP Karya Bhakti Panaragan dalam daftar penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 menjadi angin segar bagi ratusan peserta didik, guru, dan masyarakat sekitar.
Sebelumnya, kondisi bangunan sekolah tersebut sempat menjadi perhatian karena sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan cukup berat sehingga memerlukan penanganan segera.
Melalui program revitalisasi tersebut pemerintah menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan agar proses belajar mengajar berlangsung lebih efektif, aman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Bagi SMP Karya Bhakti Panaragan, program tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya lingkungan belajar yang lebih representatif sekaligus memperkuat akses pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Tubaba.













