PANARAGAN — Pemandangan tak biasa tersaji dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Senin (6/4/2026). Alih-alih hadir secara formal, Bupati Tubaba Ir. Novriwan Jaya, S.P., bersama Wakil Bupati Nadirsyah dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) justru memasuki lapangan upacara dengan iring-iringan sepeda motor.
Konvoi yang dimulai dari Rumah Dinas Bupati itu melibatkan berbagai komunitas otomotif—mulai dari Vespa, CB hingga RX King—yang secara simbolik merepresentasikan denyut kebersamaan antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh peserta upacara yang telah memadati Lapangan Upacara Sekretariat Pemerintah Kabupaten sejak pagi. Momentum ini seakan menjadi penegasan bahwa perayaan hari jadi daerah tidak hanya milik seremonial birokrasi, melainkan ruang kolaborasi lintas komunitas.
Dalam amanatnya, Bupati Novriwan Jaya menegaskan bahwa usia ke-17 merupakan fase penting dalam perjalanan Tubaba sebagai daerah otonom. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momen tersebut sebagai titik refleksi sekaligus akselerasi pembangunan.
“Peringatan ini harus menjadi pendorong untuk meningkatkan sumbangsih kita dalam percepatan pembangunan daerah yang kita cintai,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghormatan kepada para tokoh pendiri Tubaba yang telah meletakkan fondasi berdirinya kabupaten tersebut pada 3 April 2009. Menurutnya, capaian hari ini tidak terlepas dari perjuangan para perintis daerah.
Nuansa kebersamaan semakin terasa lantaran peringatan HUT tahun ini bertepatan dengan suasana Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat.
Mengusung tema “Bertumbuh, Berdaya, Bersama”, Novriwan menegaskan bahwa tema tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan. Ia menyebutnya sebagai “booster” untuk mendorong kerja nyata dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Sejumlah program strategis pun dipaparkan. Pada sektor ketahanan pangan dan gizi, Pemkab Tubaba telah mengoperasikan 40 dari total target 53 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) mandiri. Program ini direncanakan akan disinergikan dengan komunitas peternak lokal, termasuk Bolongarit, guna memperkuat pemenuhan protein hewani daerah.
Di bidang ekonomi kerakyatan, pemerintah menargetkan penguatan 103 Koperasi Desa Merah Putih. Saat ini, 69 koperasi tengah dalam tahap pembangunan, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi lahan aset pemerintah.
Selain itu, sejumlah program unggulan seperti Tubaba Q Berdaya, Nenemo Mandiri Pangan, hingga gerakan Bank Sampah (Bangsam Bergerak) disebut akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak inspiratif, mulai dari pelaku UMKM kreatif, wajib pajak teladan, tokoh penggerak koperasi, hingga atlet dan pelatih berprestasi.
“Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus bekerja keras. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing demi masa depan Tubaba yang lebih baik,” pungkasnya.
Di balik konvoi motor yang tampak sederhana, tersimpan pesan yang lebih dalam: pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan energi kolektif—dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat akar rumput—untuk benar-benar “bertumbuh, berdaya, dan bersama.”












