Tulang Bawang BaratUncategorized

Umar Ahmad dan Mimpi Uluan Nughik: Menyulam Peradaban dari Tubaba untuk Dunia

Redaksi
23
×

Umar Ahmad dan Mimpi Uluan Nughik: Menyulam Peradaban dari Tubaba untuk Dunia

Sebarkan artikel ini

PANARAGAN — Pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, dinilai tidak semata berorientasi pada aspek fisik, melainkan juga membentuk karakter manusia melalui pendekatan desain yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan penggagas Kota Budaya Uluan Nughik, Umar Ahmad, saat menyambut kunjungan studi lapangan (fieldtrip) mahasiswa dari Technische Universiteit Delft (TU Delft), Selasa (21/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Baduy, kawasan Uluan Nughik itu diikuti oleh 25 mahasiswa program magister jurusan arsitektur dan urban desain, serta tiga profesor pendamping. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah.

“Bagi kami, Tubaba bukan lagi sekadar singkatan geografis, melainkan sebuah tujuan nilai. Kami menyebutnya sebagai ‘Perjalanan Pulang ke Masa Depan’. Dalam perjalanan ini, Anda semua adalah teman yang terpilih untuk berjalan bersama kami,” ujar Umar Ahmad.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan yang turut didampingi arsitek nasional Danny Wicaksono melakukan kunjungan ke sejumlah titik strategis di wilayah Tubaba.

Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena merepresentasikan sinergi antara pemanfaatan material lokal, kebutuhan fungsional, serta sentuhan estetika modern.

Adapun titik kunjungan meliputi Rumah Baduy sebagai representasi hunian tradisional adaptif, Politeknik Tunas Garuda dengan konsep ruang terbuka, Tanoh Nughik Ceramic Studio sebagai pusat kreativitas berbasis tanah liat, Tubaba Art School sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda melalui seni, serta Tugu Suhunan Riyah yang menjadi landmark arsitektur dengan nilai filosofis.

Kunjungan ini menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan global di bidang arsitektur dan perencanaan kota, sekaligus menegaskan posisi Tubaba sebagai salah satu laboratorium hidup bagi pengembangan desain berbasis budaya dan keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *