PANARAGAN – Skandal dugaan praktik ilegal dalam proses pembangunan kadang Ternak Babi di wilayah Tiyuh Wonokerto, kecamatan Tulang Bawang Tengah(TBT), kembali memunculkan fakta mencengangkan.
Setelah sebelumnya terungkap adanya indikasi dugaan izin pembangunan ilegal kini terkuak upaya suap terhadap media untuk membungkam pemberitaan.
Dugaan suap yang ingin di lakukan salah satu oknum sekertaris Dinas berinisial (S) tersebut di sampaikan Langsung melalui sambungan telepon WhatsApp pada media sesuai mengikuti musyawarah beberapa waktu lalu.
“Tadi habis ikut musyawarah bang hasilnya kepalo Tiyuh minta pembangunan itu di hentikan,”ucap media saat menjawab perkataan sekertaris
Ironisnya, Oknum sekertaris tersebut justru mendesak media agar persoalan penolakan pembangunan kadang Ternak Babi tetap berlangsung.
“Saya mau ketemu kamu besok dan saya mau tanya kamu orang, mau duit apa tidak nanti, saya yang berbicara pada pihak menajemen perusahaan. Sebab Persoalan ini belum sampai ke dengar pak oto,” kata (S) kepada media dengan Nada tinggi.
Bahkan, (S) meminta agar media dan rekan lainya untuk melakukan pengondisian terhadap warga yang menolak pembangunan.
“Kalau kalian yang ngomong kepalo Tiyuh itu pasti selesai ,yang penting kalian harus kondisikan warga, nanti saya yang bilang langsung dengan Evi dan pak Sigit,”ucapnya
(S) juga terkesan menginterpretasi kerja jurnalis dalam proses pengawalan pemberitaan pembangunan kadang ternak babi.
“Saya mau ketemu kamu setelah urusan warga beres dan sudah kamu kondisikan,”pungkasnya.(Ton)












