AdvertotialBekasi

Anggota DPRD Kota Bekasi Minta Dapur MBG Tetap Patuh SOP BGN Usai Muncul Kasus Dugaan Keracunan

Redaksi
36
×

Anggota DPRD Kota Bekasi Minta Dapur MBG Tetap Patuh SOP BGN Usai Muncul Kasus Dugaan Keracunan

Sebarkan artikel ini

Bekasi – Anggota DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, menegaskan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap disiplin menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sampai hari ini kami selalu menekankan bahwa yang pertama SOP harus dijalankan. Sejauh ini beberapa kali kita ke dapur (MBG), memang semua SOP mereka jalankan dengan baik dan benar,” ucap Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bekasi, Rabu (12/11/2025).

Desakan ini disampaikan menyusul munculnya beberapa dugaan kasus keracunan makanan yang dialami pelajar setelah mengonsumsi menu MBG. Salah satu insiden terjadi di SDN Kota Baru 3 pada Kamis, 2 Oktober 2025, ketika beberapa siswa mengeluhkan pusing dan mual. Kasus serupa juga ditemukan di sebuah sekolah swasta, di mana menu MBG diduga tidak layak konsumsi.

Menanggapi situasi tersebut, Misbahudin menjelaskan bahwa dapur MBG biasanya memasak ratusan porsi sekaligus. Karena itu, jika memang terjadi keracunan akibat makanan dari dapur MBG, jumlah siswa yang terdampak seharusnya jauh lebih banyak.

“Kalau berdasarkan penelusuran kita setiap dapur SOP sudah dijalankan. Terus setiap masakan sampelnya disimpan di tempat-tempat khusus, jadi ketika terjadi keracunan, atau terjadi masalah bisa langsung terdeteksi kendalanya di mana,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi itu tidak menampik adanya kemungkinan kendala teknis di lapangan, meski persentasenya kecil.

“Kalau kita mengharapkan zero complain nggak mungkin juga, kalaupun ada masalah persentasenya kecil. Saya berpesan kepada seluruh pemilik dapur untuk tetap menjalankan SOP yang sudah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” ucapnya.

Ia juga mengingatkan para relawan dapur MBG agar bekerja profesional dan bertanggung jawab sesuai pedoman teknis yang berlaku.

“Terus untuk relawan-relawan yang berada di dapur, saya berharap dapat bekerja dengan baik, dengan benar. Artinya, kalau semua dijalankan sesuai dengan SOP yang telah ditentukan, saya rasa nggak akan ada masalah,” sambung dia. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *